Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Kekuatan sebuah doa tak ada yang bisa mengukur. Itu sebabnya, setiap umat muslim harus senantiasa yakin dengan setiap doa yang diucapkan untuk dikabulkan Allah SWT. Karena kekuatan doa membuat hal yang mustahil menjadi mustajabah.

Kisah Rasulullah SAW dan para sahabat menjadi salah satu teladan, bagaimana kekuatan doa selalu menjadi yang paling utama untuk berjalan di jalan Allah. Kisah inspiratif para sahabat Rasulullah SAW itu pun masih dapat kita dengar hingga hari ini.

Baca Juga : Ini Beda Zakat Fitrah dan Zakat Mal, Jangan Sampai Keliru Mengartikannya

Salah satu contohnya adalah doa dari Umar bin Khattab. Dalam riwayat Imam Malik disebutkan, Umar bin Khattab senantiasa berdoa agar bisa meninggal secara syahid di Kota Rasulullah SAW yaitu Kota Madinah.

Doa Umar bin Khattab itu sebelumnya sempat diragukan oleh seorang sahabat yang bernama Abdurrahman bin Auf. Doa Umar diragukan, lantaran dalam doanya Umar menghendaki mati syahid di Kota Madinah yang saat itu tergolong sebagai kota yang sangat aman dan damai.

"Wahai Amir Mukminin, jika engkau ingin mati syahid, maka jangan di Kota Madinah. Karena Madinah kota yang aman. Jika ingin mati syahid adalah di perbatasan Kota Syam atau Mesir. Ketika sedang berkecamuk jihad antara Amru bin Ash dan pasukan Romawi," kata Abdurrahman bin Auf.

Meski begitu, Umar bin Khattab senantiasa yakin dengan apa yang ia inginkan itu. Setiap saat Umar selalu berdoa kepada Allah SWT agar ia bisa mati secara syahid di Kota Madinah. Doa itu sama sekali tak pernah putus dari mulut dan hatinya.

Hingga suatu ketika, doa Umar itu dikabulkan oleh Allah SWT. Umar tidak mati syahid dalam sebuah peperangan, namun Umar meninggal secara syahid di Kota Madinah. 

Saat itu Umar sedang menjalankan salat subuh dan ditikam oleh budak Persia bernama Firoz atau Fairuz yang nama keluarganya adalah Abu Lu’lu’i atau Abu Lu’lu’ah.

Motif Firoz menikam Umar bin Khattab disebutkan jika itu merupakan bentuk balas dendam lantaran ditaklukkannya Persia oleh kaum muslimin. Namun sebagian lagi berpendapat jika alasan Firoz adalah berkaitan dengan pajak yang sempat ia keluhkan kepada Umar bin Khattab.

Baca Juga : Kisah Lucu Sahabat Rasulullah yang Bersin Saat Salat Berjamaah

Setelah menikam sebanyak enam kali kepada tubuh Umar, Firoz pun melukai beberapa muslimin yang berada di dalam masjid lantaran ia merasa terpojok. Kemudian ia melakukan bunuh diri dengan menggunakan belati yang sama digunakan untuk menikam Umar bin Khattab.

Umar bin Khattab kemudian wafat dan dikuburkan di sebelah makan Rasulullah SAW setelah mendapatkan izin dari istri Rasulullah, Aisyah RA. Pemakaman Umar bin Khattab pun dilakukan oleh para sahabat Rasulullah SAW.

Shuhaib bin Sinan, Ali bin Abi Thalib, Utsman bin Affan, Thalhah bin Ubaidillah, Saad bin Abi Waqqas, dan Abdurrahman bin Auf dikisahkan sebagai sahabat yang menurunkan jenazah Umar ke liang lahat.

Kisah kematian Umar sesungguhnya juga menjadi salah satu contoh kebesaran Allah SWT atas setiap doa yang diminta umat-Nya.