Tersangka Menunjukkan Tangki Modifikasi kepada Kapolresta Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim TIMES
Tersangka Menunjukkan Tangki Modifikasi kepada Kapolresta Banyuwangi Nurhadi Banyuwangi Jatim TIMES

Aparat Kepolisian Resort Kota (Polresta) Banyuwangi menangkap Tukiran (53 tahun) warga Dusun Sumberejo Desa/Kecamatan Tegaldlimo Banyuwangi penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium pada Kamis (19/3) di parkiran RFC Rogojampi Banyuwangi.
Menurut Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Arman Asmara Syarifuddin, tersangka diamankan petugas karena diduga melakukan tindak pidana pasal 53 huruf b dan d Undang-undang Republik Indonesia (RI) Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi subsider Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Nomor 12/DRT/1951.

Menurut Perwira asal Sulawesi itu, pengungkapan dugaan tindak kecurangan berawal dari adanya informasi  dari masyarakat bahwasanya telah ada beberapa kendaraan yang melaksanakan kegiatan pembelian BBM yang diduga tidak wajar di sebuah SPBU. Untuk kepentingan pengembangan kasus lokasi SPBU  masih dirahasiakan aparat.

Selanjutnya melaksanakan kegiatan penyelidikan pada saat  pengambilan yang dimaksud apakah normal atau tidak. "Aparat Kepolisian mendapatkan satu kendaraan Suzuki APV P 1604 WF telah dimodifikasi. Kursinya di tengah dicopot 
kemudian ini diberikan dua tangki dan bagian belakang bangku dipasang satu tangki," beber Arman.

Kapasitas dua tangki yang di tengah mampu menampung kurang lebih 120 liter premium. Akibat dugaan tindakan kriminal yang dilakukan Tukiran terancam pidana 5 tahun penjara.

Kepada Kapolresta Tukiran mengaku ide modifikasi tangki diperoleh secara otodidak. Tangki hasil rakitanya cukup memudahkan dalam menjalankan aksinya. "Saat ingin mengambil premium kranya tinggr dibuka saja ini sudah langsung mengalir," jelas dia.
Tukiran menambahkan premium yang dibeli dari SPBU selain dijual eceran di rumahnya, juga dikirim pada para pemesan dengan menggunakan  jerigen dan dikemas dalam botol.

Usaha curang dilakukan setelah lebaran tahun 2019 lalu. Rata-rata perbotol premium dijual dengan harga sekitar Rp. 8.000. Sedangkan dari pembelian dari SPBU harganya Rp. 6.450 per liter. Sehingga dia mendapatkan keuntungan
yang lumayan besar dari dugaan praktek penjualan premium yang dilakukan.

Untuk mempertanggungjawabkan dugaan tindak kriminal yang dilakukan Tukiran harus mendekam di ruang tahanan Polresta Banyuwangi, termasuk mobilnya juga diamankan aparat kepolisian Banyuwangi.