NS, tersangka pelaku prostitusi online dikawal anggota Polresta Banyuwangi. (Nurhadi Banyuwangi TIMES)
NS, tersangka pelaku prostitusi online dikawal anggota Polresta Banyuwangi. (Nurhadi Banyuwangi TIMES)

Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap dugaan tindak pidana prostitusi online yang dilakukan NS (28 tahun) asal Kecamatan Genteng, Banyuwangi.

Menurut  Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin, patroli cyber di dunia maya mendapatkan informasi tulisan. Antara lain "hari ini expo di Banyuwangi dan expo Bali" dengan kode tertentu. 

Dari informasi tersebut, petugas mendapatkan petunjuk awal  bahwasanya akan terjadi transaksi seks di Banyuwangi.

Modus yang digunakan pelaku adalah menjajakan dirinya melalui media sosial  Twitter dengan cara meng-upload foto pribadinya yang diduga melanggar kesusilaan dengan mencantumkan nomor handphone sekaligus WhattAps. 

"Setelah ada lelaki yang tertarik, terlapor dihubungi. Selanjutnya melakukan transaksi dan ada kesepakatan terlapor meminta uang muka sebagai tanda jadi ke saldo aplikasi online terlapor. Kemudian mendatangi hotel yang sudah ditentukan," jelas kapolresta.

Layanan seks itu dilakukan di hotel di Banyuwangi dengan nilai transaksi Rp 850  ribu sekali kencan.

Kapolresta menambahkan, sejauh ini tersangka telah melakukan tindak prostitusi di empat kota, yaitu Malang, Surabaya, Jember dan Banyuwangi. "Rencananya akan melaksanakan hal yang sama di Bali. Namun aparat kepolisian Banyuwangi mengungkap dan yang bersangkutan mengakui semua dan transaksi yang ada," imbuhnya.

Selain tersangka dan jejak digital di media sosial, anggota Satreskrim Banyuwangi juga mengamankan alat kontrasepsi, handphone, baju tidur atau lingerie warna merah, dan uang tunai Rp 550.000.

Lebih lanjut Kombespol Arman Asrama menegaskan, karena  tindak pidana prostitusi online melalui media sosial  itu, tersangka terancam pidana maksimal 12 tahun penjara.