Suasana pendaftaran calon anggota PPS di KPU Banyuwangi. /Nurhadi/Banyuwangi Jatim TIMES)
Suasana pendaftaran calon anggota PPS di KPU Banyuwangi. /Nurhadi/Banyuwangi Jatim TIMES)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banyuwangi optimistis jumlah pendaftar calon anggota panitia pemungutan suara (PPS)  akan memenuhi target sampai tanggal 24 Februari 2020.

Menurut Ari Mustofa dari Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Kabupaten Banyuwangi, sesuai aturan, total jumlah pendaftar calon anggota PPS dua kali kebutuhan 
bagi 217  desa/kelurahan. "Kalau memang sampai H minus satu penutupan pendaftaran target kami belum terpenuhi, KPU akan berkoordinasi dengan pimpinan pemerintahan desa atau kelurahan setempat," ucapnya.

Ari menambahkan, sampai hari ketiga pukul 12.00 WIB,  tercatat 168 calon anggota PPS yang melakukan pendaftaran langsung di KPU Banyuwangi.

Padahal kebutuhan minimal pendaftar adalah 6 x 217 desa/kelurahan untuk diambil tiga anggota di masing-masing desa/kelurahan. Mereka menangani 651 tempat pemungutan suara (TPS) yang ada.

Alumnus Universitas Muhammadiyah Jember itu menambahkan, warga Banyuwangi yang ingin mendaftar menjadi anggota PPS tidak perlu persyaratan khusus.  Adapun persyaratan yang harus dipenuhi calon peserta seperti yang tertera dalam pengumuman, antara lain, usia minimal 17 tahun,  tidak atau bukan partisan partai politik, belum dua periode menjadi PPS , surat kesehatan, dan lain sebagainya.

"Terkait  kemarin beredar rumor bahwasanya harus dapat rekomendasi kepala desa atau kelurahan, itu tidak ada," tandas Ari.

Untuk memenuhi kuota dalam sisa waktu yang ada, KPU terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan kolega yang ada di semua wilayah untuk membantu memberikan informasi tentang rekrutmen anggota PPS yang dilakukan secara terbuka, transparan dan  tidak ada istilah diskriminasi.