Suyanto Waspo Tondo Wicaksono,Kepala Bappeda Banyuwangi(Nurhadi/ BanyuwangiJatim TIMES
Suyanto Waspo Tondo Wicaksono,Kepala Bappeda Banyuwangi(Nurhadi/ BanyuwangiJatim TIMES

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi memiliki alasan khusus memutuskan menyewakan Pulau Tabuhan kepada Investor Paragon. 

Salah satunya karena temuan Badan Pemeriksa Keungan (BPK) menyatakan banyak aset pemkab tidak dikelola dengan optimal.

Akibatnya, aset yang ada tidak memberikan tambahan hasil pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Ditambah lagi Pemkab Banyuwangi tidak mampu memberi alasan yang lebih rasional kepada BPK terkait belum dikelolanya aset tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banyuwangi,  Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, menyatakan dalam audit BPK, pihaknya mampu memberikan penjelasan tentang aset lain milik Pemkab Banyuwangi yang tersebar di beberapa lokasi namun belum termanfaatkan.

Misalnya yang di Wongsorejo akan dibuat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

"Yang belum ada jawabannya aset yang di Pulau Tabuhan itu. Akhirnya  eksekutif setelah melalui perjalanan panjang rapat-rapat, termasuk konsultasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kemendagri dan beberapa lembaga terkait akhirnya disimpulkan regulasi mengizinkan untuk dilakukan mekanisme sewa kepada investor," jelas Yayan.

Pejabat asal Ponorogo itu menuturkan ada banyak pilihan teknis akan tetapi yang paling mudah dan dipilih adalah mekanisme sewa karena dinilai paling mudah dan tidak ribet.

Pemkab Banyuwangi setelah melakukan beberapa kali rapat internal selanjutnya eksekutif memberikan penawaran kepada beberapa investor terpilih dengan beberapa indikator.

Adapun indikator bagi investor terpilih antara lain harus punya jaringan. 

Termasuk telah melakukan investasi sama dengan yang akan dilakukan di Banyuwangi baik dalam membangun hotel, resort dan lain sebagainya.

Selanjutnya Yayan, sapaan akrab Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, menuturkan setelah itu muncullah beberapa kandidat dan di dalam rapat internal eksekutif memutuskan memilih Paragon sebagai penyewa di Pulau Tabuhan dengan berbagai pertimbangan.

Adapun pertimbangan yang menjadi dasar antara lain komitmen Paragon yang bersedia memberikan fasilitas umum untuk ruang publik di Pulau Tabuhan sangat mahal. Yakni akses air tawar yang diperoleh dari menyuling air laut dan listrik yang akan dibuat pembangkit sendiri.

Pertimbangan berikutnya, lanjut dia,  investor menyakinkan eksekutif dengan paparan beberapa kali termasuk kepada Bupati Banyuwangi yang intinya adalah sewa yang diminta Pemkab Banyuwangi tidak ditawar.

"Di samping itu ada pemasukan lain akses pajak yakni 10 persen dari penghasilan mereka selama berinvestasi di sana dan kita akan diberi akses masuk," jelas Yayan.

Yang tidak kalah penting, Paragon menyatakan siap melakukan konservasi untuk menjaga, memelihara dan melestarikan kondisi alam yang ada di sekitar wilayah Pulau Tabuhan.

Termasuk upaya mencegah dan menanggulangi terjadinya abrasi yang dikhawatirkan merusak Pulau Tabuhan dalam beberapa tahun mendatang.