Pantauan tinggi gelombang BMKG yang berlalu sampai Sabtu (11/1/2020) besok. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Pantauan tinggi gelombang BMKG yang berlalu sampai Sabtu (11/1/2020) besok. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gelombang tinggi akan terjadi di sejumlah perairan di Indonesia, akhir pekan ini. Meski demikian, gelombang tinggi diperkirakan tidak akan melanda kawasan pantai selatan Malang. 

Gelombang tinggi itu diprediksi akan berlangsung di Laut Natuna Utara, perairan barat Kepulauan Nias hingga Kepulauan Mentawai, serta Samudra Hindia Selatan NTT dan Samudra Pasifik Utara Halmahera. 

BMKG merilis bahwa kemungkinan gelombang laut bisa mencapai 2,5-4 meter (m). Sementara itu, cluster perairan pantai selatan Jawa yang berbatasan dengan Samudera Hindia masuk dalam kategori gelombang sedang. Ketinggian gelombang diprediksi mencapai 1,25-2,5 m.

Walau begitu, dalam rilis BMKG yang berlaku dari Kamis (9/1/2020) sampai dengan Sabtu (11/1/2020) datang, tinggi gelombang di laut Jawa tetap patut diwaspadai warga. Kemungkinan peningkatan tinggi gelombang di selatan Jawa, Samudera Hindia dan di laut China Selatan, diprakirakan bisa mencapai 4 m.

"Tinggi gelombang yang perlu diwaspadai masyarakat itu paling tidak di selatannya Jawa, Samudera Hindia dan di Laut China Selatan. Walau sejauh ini relatif aman karena kecepatan angin di wilayah tak terlalu tinggi," ucap Kepala Bidang Pengelolaan Citra Indraja BMKG Endarwin, beberapa waktu lalu.

Pernyataan itu didasarkan dengan pantauan kecepatan angin tertinggi  di perairan barat Kepulauan Nias hingga kepulauan Mentawai dan Laut Jawa yang mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut. Gelombang tinggi juga dipengaruhi masuknya musim hujan di bagian selatan pulau Jawa.

BMKG mengeluarkan peringatan dan saran keselamatan untuk beberapa pelayaran dengan tinggi gelombang yang diprakirakan antara 1,5-4 m dengan kecepatan angin 16-27 knot. Untuk pelayaran perahu nelayan dengan prakiraan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m, kapal tongkang (angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m), dan kapal Ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5  m), memiliki risiko tinggi. 

Sedangkan untuk kapal  ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 m), juga patut untuk diperhatikan risiko tinggi keselamatan.

"Dalam arti, mungkin kapal-kapal kecil ya jangan memaksakan diri ke tengah atau menjauhi pantai. Cukup di sekitar pantai dulu sampai menunggu kondisinya normal kembali. Sesuaikan dengan kemampuan kapal saat menghadapi gelombang tinggi," ujar Endarwin.

Tak hanya itu, BMK juga tetap mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bambang Istiawan pun menyampaikan hal senada. Mantan Kasatpol PP ini tetap mengimbau agar masyarakat dan atau nelayan di pesisir pantai Malang Selatan tetap patut waspada dan berhati-hati dalam menjalankan aktivitasnya.

"Kita tetap imbau agar warga dan nelayan tetap waspada saat melaut. Walau diprakirakan BMKG tinggi gelombang sedang, jangan sampai abai dengan cuaca saat ini," ujarnya.

Beberapa peristiwa terseretnya wisatawan di pantai selatan Malang, beberapa waktu lalu, patut jadi perhatian juga bagi warga luar yang akan bermain air. "Imbauan kita juga bagi warga luar yang ke pantai selatan tetap waspada dan ikuti instruksi petugas," tegas Bambang.