Silaturahmi 7 ketua parpol di Restoran El Royale Banyuwangi
Silaturahmi 7 ketua parpol di Restoran El Royale Banyuwangi

Atmosfir pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020 di Kabupaten Banyuwangi mulai menghangat. Sejumlah pimpinan partai politik di kora ujung Pulau Jawa ini pun nampak mulai ancang-ancang mengusung kader internalnya untuk maju dalam pemilihan bupati dan wakil bupati. Hal itu dilakukan sebagai upaya menepis persepsi masyarakat yang menilai, bahwa parpol gagal menjalankan proses kaderisasi. Sehingga mereka rela mengusung kader non-partai dalam kontestasi kepemimpinan.

Hal ini terungkap dalam ajang silaturahmi 7 pimpinan partai politik, yaitu Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Nasdem, PKS, PPP, PKB dan PDI Perjuangan, di restoran Hotel EL-ROYALE Banyuwangi, Jum’at (3/01/20) malam. Tampak hadir dalam ajang silaturahmi, Ketua DPC Partai Demokrat, Michael Edy Hariyanto, Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa, H. Joni Subagyo, Ketua DPC Partai Nasdem, Supriyadi, Ketua DPC PDI-Perjuangan, I Made Cahyana Negara, Ketua DPD Partai Golkar, Ruliono, Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan, KH, Fauzan dan Ketua DPD PKS, Faisol Azis.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto mengatakan, pertemuan beberapa Ketua Parpol yang dia inisiasi ini, dalam rangka mengawali lembaran tahun baru sekaligus ajang silaturahmi setelah sekian lama tidak bertemu.

“Pertemuan beberapa Ketua Parpol ini mengawali tahun baru, karena sudah lama kita tidak pernah kumpul-kumpul. Ada keinginan untuk bertemu, dan terealisasinya pada malam ini,“ lontar Michael, saat dikonfirmasi awak media.

Diakui Michael, bahwa dalam pertemuan, ada diskusi kecil yang harapannya dalam pilkada tahun 2020, masing-masing Parpol di Banyuwangi menyiapkan dan mengorbitkan calon pemimpin dari internalnya. Karena pilkada, menurutnya sebagai ruang untuk mendorong kader internal maju. Sehingga dampak dan cost politiknya akan  semakin murah.

Selain itu, lanjut Michael, dengan banyaknya figur yang muncul di masing-masing partai, maka secara otomatis akan mempengaruhi elektabilitas dan popularitas partai jelang pesta demokrasi lima tahunan.

“Banyak warga masyarakat yang menanyakan, khususnya ke Partai Demokrat. Masak tidak ada proses kaderisasi sehingga tidak ada figur yang diusung dalam pilkada,“ ungkapnya.

Pendapat yang sama juga muncul dari beberapa ketua partai yang hadir dalam silaturahmi tersebut. Mereka sepakat untuk mencoba mengorbitkan kader kader terbaiknya dalam pilkada tahun 2020 ini.

"Kita tunjukkan ke masyarakat bahwa kader kader partai yang kita miliki juga mempunyai kemampuan untuk memajukan pembangunan dan mensejahterakan rakyat Banyuwangi," cetus Michael.

Terpisah, Ketua DPC PDI-Perjuangan, I Made Cahyana Negara mengapresiasi ajang pertemuan ketua partai yang digagas Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, sebagai upaya menjalin tali silaturahmi. Terkait adanya pendapat bahwa partai perlu mendorong kader internalnya untuk maju dalam pilkada tahun 2020, pihaknya menghormati gagasan tersebut. Karena dalam menentukan kandidat yang akan diusung, PDI-Perjuangan mempunyai mekanisme yang telah diatur.

DPC PDI-Perjuangan hanya mempunyai kewenangan melakukan penjaringan dan mengusulkan bakal calon. Penentuan kandidat calon yang akan diusung, keputusan dan kewenangan semyanya berada di tangan DPP dan Ketua Umum PDI-Perjuangan.

“Kita apresiasi apa yang menjadi aspirasi kawan kawan ketua partai demi kemajuan Banyuwangi. Intinya kader kader yang diusung tersebut harus mampu membawa Banyuwangi menjadi lebih baik," tandasnya.