Petugas memusnahkan benih ilegal.
Petugas memusnahkan benih ilegal.

Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya wilayah kerja Banyuwangi memusnahkan benih yang berasal dari luar Negeri, Rabu (27/11/19). Pemusnahan dilakukan karena benih itu tidak mengantongi dokumen resmi. Benih-benih tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar.

Benih-benih yang dimusnahkan terdiri dari 71 komoditas benih. Rata-rata merupakan benih tanaman hias. Benih tersebut berasal dari berasal dari 10 negara, yakni Malaysia, Singapura, Laos, Hongkong, China, USA, Vietnam, Thailand, Filipina, dan Taiwan.

"Benih-benih tersebut tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan/phytosanitary certificate dari negara asal dan surat izin pemasukan (SIP) dari Kementerian Pertanian," kata Kepala BBKP Surabaya M. Musyaffak Fauzi.

Pemasukan benih tersebut melanggar Pasal 5 Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Setiap media pembawa/komoditas pertanian yang dilalulintaskan di wilayah lndonesia wajib dilengkapi sertifikat kesehatan.

Terungkapnya kasus ini berawal dari informasi pihak bea cukai yang mengetahui pengiriman benih itu dari hasil X-ray. Informasi ini kemudian disampaikan ke pihak Kantor Pos dan diteruskan ke petugas karantina.

"Begitu dokumen tidak terpenuhi, sudah kami lakukan penolakan atau pemusnahan. Untuk melengkapi dokumen, diberi waktu 14 hari. Jika belum terpenuhi, kami  beri waktu 14 hari untuk mengembalikan ke negara asal. Kalau setelah 14 hari belum bisa juga, kami musnahkan," tegasnya.