Kondisi bangunan dan rumah warga yang rusak akibat diterjang angin kencang yang juga mengakibatkan pohon tumbang (Foto : Istmewa)
Kondisi bangunan dan rumah warga yang rusak akibat diterjang angin kencang yang juga mengakibatkan pohon tumbang (Foto : Istmewa)

Musibah angin kencang kembali menerjang wilayah Kabupaten Malang, Selasa (26/11/2019) sore. Dari laporan sementara, lebih dari 30 rumah warga terdampak. 

Angin kencang terjadi sejak Senin (25/11/2019) kemarin. Kerusakan rumah dan bangunan, tersebar di beberapa lokasi. 

Data yang dihimpun MalangTIMES, tercatat ada sekitar 8 rumah warga di Desa Randuagung, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang mengalami kerusakan akibat diterjang embusan angin kencang.

”Petugas gabungan masih melakukan pendataan di lokasi kejadian. Terkait korban jiwa dan jumlah kerugian, masih belum bisa dipastikan,” kata Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Malang, Mudji Utomo.

Angin kencang tersebut berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB. Sebelum musibah bencana itu terjadi , di kawasan Kecamatan Singosari diguyur hujan dengan intensitas deras.

Tidak berselang lama, angin kencang terjadi di wilayah Desa Randuagung. Mengetahui hal ini, para warga langsung berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Hingga berita ini ditulis, tidak ada korban jiwa atas insiden tersebut.

”Dari 8 rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana angin kencang ini. Seluruhnya mengalami kerusakan di bagian atap rumah,” terang pria yang akrab disapa Tomo ini, saat dikonfirmasi MalangTIMES.

”Untuk sementara, atap rumah warga yang rusak sudah ditutup menggunakan terpal untuk mencegah air masuk saat terjadi hujan susulan,” sambung Tomo.

Di saat yang nyaris bersamaan, 2 rumah warga yang ada di Dusun Bonjati, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang juga mengalami kerusakan akibat diterjang angin kencang.

Atap rumah warga di Desa Klampok mengalami kerusakan parah dan bahkan sampai terbalik. Namun, dipastikan tidak ada korban jiwa atas insiden tersebut. Hanya saja kerugian ditaksir mencapai Rp 7 juta.

Sesaat setelah insiden terjadi, puluhan petugas gabungan dari perangkat desa setempat, TNI, Polri, PMI dan dibantu warga masih bahu-membahu mengevakuasi reruntuhan bangunan. ”Tim masih di lapangan, nanti saya kabari lagi,” ungkap Tomo singkat.

Amukan angin kencang tidak hanya terjadi hari ini (Selasa 26/11/2019) saja. Sebelumnya, musibah serupa juga menimpa puluhan rumah warga yang tinggal di Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang pada Senin (25/11/2019) kemarin.

Tercatat ada 20 rumah yang terdampak musibah tersebut. Bahkan beberapa pohon peneduh, juga tumbang setelah diterjang angin kencang. ”Tidak ada korban jiwa, hanya kerugian materiil saja,” kata Kapolsek Singosari, Kompol Untung Bagyo Riyanto.

Hingga Selasa (26/11/2019) siang, puluhan personel gabungan terpantau sibuk mengevakuasi reruntuhan material bangunan gudang dan rumah warga yang rusak akibat bencana angin kencang. ”Pohon yang tumbang serta rumah warga yang mengalami kerusakan ringan sudah ditangani petugas,” tutup Untung yang juga pernah menjabat sebagai Kapolsek Gondanglegi ini.