Tim BPCB Jatim saat cek lokasi bangunan purbakala yang dicurigai sebagai reruntuhan keraton Majapahit
Tim BPCB Jatim saat cek lokasi bangunan purbakala yang dicurigai sebagai reruntuhan keraton Majapahit

Bangunan yang diperkirakan bekas keraton Kerajaan Majapahit ditemukan di Jombang. Struktur bangunan purbakala itu diperkirakan seluas satu hektare.

Bangunan purbakala itu ditemukan di area galian tanah uruk di Dusun Kedaton, Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Jombang, pada awal November 2019. Lokasi tersebut sebelumnya berupa lahan persawahan milik Ali, warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngoro, Jombang.

Bangunan purbakala itu ditemukan saat seorang pekerja sedang menggali tanah untuk keperluan material bangunan. Saat menggali sedalam dua meter, pekerja tersebut menemukan struktur bangunan dari bata merah kuno. Lantas, dia melaporkan temuan itu ke pemilik lahan.

"Yang menemukan pertama kali ya yang menggali itu," terang Kepala Dusun Kedaton, Desa Bulurejo, Agus Muhaimin di lokasi, Selasa (26/11) siang.

Lokasi ditemukannya bangunan purbakala ini berbatasan langsung dengan Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngoro, yang juga sempat ditemukan bangunan purbakala pada tahun 2017 lalu. Dijelaskan Agus, benda-benda purbakala kerap ditemukan oleh pekerja galian di area tersebut.

"Dulu banyak ditemukan kedil, uang gobok, kendi (tempat air minum terbuat dari tanah liat). Yang menemukan yang menggali di situ," ujarnya.

Temuan warga tersebut langsung direspons oleh pihak Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Tim arkeolog BPCB Jatim yang turun untuk melakukan pengecekan awal menemukan struktur bata merah kuno yang tersusun 25 lapis.

Struktur bata tersebut membentuk dinding yang membentang dari selatan ke utara. Setelah diukur, struktur itu memilik panjang 286 sentimeter dan tinggi 200 sentimeter. Di lokasi itu juga ditemukan beberapa tembikar dan pecahan atap genting dari tanah liat.

"Bata penyusunnya itu berukuran panjang 32 sentimeter, lebar 18-21 sentimeter, dengan ketebalan bata penyusun 5 sentimeter," ujar arkeolog BPCB Jatim Wicaksono Dwi Nugroho saat diwawancarai di lokasi.

Bangunan purbakala tersebut menyambung dengan temuan pada 2017 lalu di sisi selatannya, masuk Desa Sugihwaras. Dua temuan itu lokasinya saling berdekatan.

Sedangkan temuan di Desa Sugihwaras berupa  fondasi bangunan yang tersusun dari bata merah kuno. Di lokasi itu juga tampak pola fondasi bangunan membentuk bilik-bilik ruangan.

Menurut Wicaksono, temuan tersebut merupakan satu struktur bangunan yang luas. Ia menduga bangunan purbakala itu berupa keraton Majapahit di abad 14 Masehi. "Di area ini dahulu memang area pemukiman yang luas, yang cukup megah karena dikelilingi dinding yang cukup tebal dan tinggi. Yang juga dilengkapi dengan atap genting dan tiang kayu begitu. Bisa jadi ini merupakan bekas dari kedaton Majapahit dulu abad 14," ungkapnya.

Selanjutnya, pihak BPCB akan melaporkan temuan tersebut ke Pemerintah Kabupaten Jombang untuk segera ditindaklanjuti.

"Ini sangat berpotensi. Saya akan melaporkan ini ke pimpinan. Kemudian pimpinan akan segera berkoordinasi dengan bupati Jombang untuk segera melakukan langkah strategis dalam upaya pelestariannya," pungkasnya.