Bupati melantik 128 kades terpilih di Pendopo Saba Swagata Banyuwangi.
Bupati melantik 128 kades terpilih di Pendopo Saba Swagata Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas melantik 128 kepala desa, Rabu (20/11/19). Mereka merupakan kades terpilih dalam pilkades serentak 9 Oktober lalu.

Pelantikan dilakukan di Pendopo Saba Swagata Blambangan. Pelantikan dihadiri Forkopimda dan anggota DPRD Banyuwangi.

Dalam kesempatan itu, bupati menyampaikan beberapa hal yang menjadi penekanan untuk dilakukan para kepala desa baru. Pertama tentang pendidikan dan kesehatan. Menurut dia, tidak boleh ada orang miskin yang tidak bisa berobat.

"Orang miskin tidak boleh ada keluhan, harus ditangani. Tidak boleh karena tidak ada APBD karena bisa dengan dana gotong royong," tegasnya.

Berikutnya terkait dengan pelayanan publik. Anas meminta rakyat harus dilayani. Pelayanan ini harus menggunakan IT (teknologi informasi).

Berikutnya dia minta kades konsen pada penanganan sampah. "Kami minta supaya sampah dibenahi. TIdak ada sampah lagi tentu dengan melibatkan rakyat. Jadi, plastik ini harus dihindari. Rapat-rapat tidak menggunakan bahan dari plastik. Tidak boleh buang plastik di sungai," ucap Anas.

Selanjutnya terkait dengan destinasi wisata. Dia meminta setiap desa memiliki destinasi wisata sendiri. Bupati juga menekankan para kades wajib membangun komunikasi dengan seluruh elemen karena tim sukses sudah berhenti hari ini. Sudah tidak ada lagi tim sukses.

"Di atas semua itu pemimpin harus detail karena kalau tidak detail, susah diukur keberhasilan. Harus berani ambil keputusan.  Karena tidak semua keputusan menyenangkan semua orang. Setiap keputusan yang kita ambil harus mengacu kemanfaatan yang paling banyak," ujar bupati.

Sedianya ada 130 Kades yang terpilih. Namun dua kepala desa, yakni Desa Saringan, Kecamatan Pesanggaran, dan Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo, harus ditunda karena masa Jabatan kades sebelumnya baru berakhir pada bulan Desember mendatang.