Petugas saat membenahi Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Penerangan Jalan Lingkungan (PJL) di jalibar Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Petugas saat membenahi Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Penerangan Jalan Lingkungan (PJL) di jalibar Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

BATUTIMES - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu menemukan ada setidaknya 200 unit penerangan jalan umum (PJU) mengalami kerusakan. Untuk memperbaikinya, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu telah menyiapkan anggaran Rp 2 miliar pada akhir 2019 ini. 

Saat ini, ada sekitar 5 ribu unit PJU dan penerangan jalan lingkungan (PJL) yang terpasang. Sebagian di antaranya, telah berusia sekitar 13 tahun. Jumlah PJU dan PJL tersebut, tersebar di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Junrejo, Batu dan Bumiaji. 

Dari pendataan DPUPR, kurang lebih ada 200 unit PJU dan PJL yang rusak di seluruh wilayah Kota Batu. Meski demikian, belum seluruh wilayah didata PJU yang rusak. Seperti di Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji, serta Kelurahan Songgokerto Kecamatan Batu yang belum didata.

“Kerusakan itu terjadi lantaran lumrah karena usianya sudah 13 tahun. Kebetulan ada 200 unit lampu,” ungkap Koordinator Lapangan Bidang Penerangan Jalan DPUPR Kota Batu, Didit Pungkas Wicaksono.

Padahal, untuk batasan pemakaian PJU dan PJL secara reguler hanya 3 sampai 5 tahun. Sehingga, memang seharusnya diganti.

Sejumlah petugas, juga terpantau mengganti lampu di area jalur lintas barat (jalibar) Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. Untuk itu, Pemkot Batu telah menggelontorkan anggaran Rp 2 miliar untuk perbaikan serta pengadaan PJU dan PJL.

Hanya saja, anggaran tersebut dirasa masih belum mencukupi. “Untuk perbaikan dan pengadaan ini sekitar Rp 2 miliar, namun masih kurang,” kata Sekretaris DPUPR Kota Batu, Alfi Nurhidayat.

Alfi merinci, setiap perawatan atau pengadaan satu unit PJU atau PJL setidaknya menghabiskan dana sekitar Rp 3,6 juta. “Rp 3,6 juga itu meliputi mulai dari pengadaan dan perawatannya,” urainya.

Jika dihitung, untuk perbaikan 200 unit lampu PJU dan PJL, dibutuhkan anggaran Rp 720 juta. Alfi menyebut, perbaikan dilakukan dengan skala prioritas. "Agar lebih efektif, Pemkot Batu memprioritaskan perbaikan fasilitas di kawasan jalur utama," pungkasnya.