Tangkapan layar akun Twitter @gede_vanlaere1.(Twitter)
Tangkapan layar akun Twitter @gede_vanlaere1.(Twitter)

Nama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali ramai diperbincangkan saat ini. Itu setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pernah jadi atasannya saat menjabat gubernur DKI Jakarta secara tersirat menyampaikan kompetensi Ahok kepada media terkait posisi di Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara).

Ahok sendiri menyampaikan dirinya memang diajak untuk masuk ke dalam salah satu BUMN serta digadang-gadang mengisi komisaris utama Pertamina. Namun, Ahok secara lugas menyampaikan dirinya belum mengetahui posisi apa yang akan dijabatnya di BUMN.

"Saya tidak tahu [BUMN apa]. Mungkin Desember atau November saya tidak tahu. Tanya ke Pak Menteri [Menteri BUMN Erick Thohir]. Saya cuma diajak untuk masuk ke dalam salah satu BUMN," ucap Ahok di Kementerian BUMN, beberqpa waktu lalu, kepada media.

Hal inilah yang kemudian membesar dan jadi perbincangan ramai. Berbagai tokoh dan masyarakat memberikan komentar yang satu sama lain bertolak belakang. Bahkan, di media sosial (medsos), hal itu menjadi polemik berkepanjangan dengan perang tagar (tanda pagar)  antara yang mendukung dan menolaknya.

Tak hanya perang tagar. Warga di lini masa pun mencoba menguji sosok Ahok  di mata warganet. Apakah setuju, tak setuju, atau tak peduli terkait Ahok bila menjadi salah satu pejabat BUMN.
"Polling kecil-kecilan dulu ah.
Setujukah Kalian @basuki_btp menjabat sebagai Dirut salah satu BUMN?, "cuit @gede_vanlaere1 yang juga menyertakan tiga opsi bagi warganet untuk memilih. Yakni setuju, tidak setuju, dan tidak peduli.

Polling itu ternyata mendapat respons terbilang tinggi dari warganet. Sudah ada sebanyak 6.134 warganet yang mengikutinya serta diretuit sebanyak 1,1 ribu warganet, Senin (18/11/2019).

Hasil sementara, 92 persen yang mengikuti polling tersebut menyatakan setuju bila Ahok menjadi pejabat BUMN. Sisanya 4 persen tidak setuju dan 4 persen lainnya tidak peduli.

"Kalo gue sih setuju banget. Bukan mempermasalahkan karena dia pernah dipidana, toh itu juga bukan akibat korupsi dan kesalahan dalam pekerjaannya. Gue suka kinerjanya. Gue suka ketegasannya Dan gue percaya kalau dia anti korupsi dan suap"an," cuit @GueCikur_.

Warganet lain yang menjawab setuju juga dilandasi beberapa hal terkait sosok Ahok yang sempat ramai atas kasus penistaan agama dan diganjar hukuman 2 tahun penjara. 
"Mereka bilang Ahok kasar, Padahal Ahok hanya kasar kepada :
- Karyawan pemalas
- Karyawan yg mencoba coba mencuri
- Karyawan yg bekerjasama dgn mafia proyek
- Karyawan yg jelek pelayanannya kepada rakyat
Jadi, penolak Ahok PATUT DIDUGA termasuk salah satu dari sebab2 diatas," cuit @dimas_skeptis.

Sedangkan yang menolak Ahok menjadi pejabat di BUMN dikarenakan jejak rekamnya selama ini. Seperti yang disampaikan oleh @Malahay48802284. "89% itu yg selama ini Ngaku paling Pancasila & koar Koar Anti Radikalisme, Dik Hayati Cuman Senyum Lihat Ajeng, Abang Ngaku Paling Pancasila & Anti Radikalisme tapi Ternyata paling Bangga punya idola Pelaku Radikalisme Penista Agama yg sudah jadi Napi & Dipenjara 2 Th itu," tulisnya saat warganet masih memberikan dukungan sebesar 89 persen kepada Ahok.

Tak hanya di medsos. Dukungan dan penolakan ke Ahok karena pernah tersandung pidana penistaan agama terus mengalir. Selain Jokowi yang memberikan sinyal dukungan, MUI melalui Sekretaris Jenderal Anwar Abbas pun memberikan pernyataan yang bernada setuju. Anwar tegas menyampaikan, semua pihak tak punya dasar untuk menghalangi Ahok menjadi petinggi di perusahaan plat merah sebagaimana diwacanakan Jokowi.

"Kalau Ahok menista agama, itu sudah jelas. Tapi dia kan sudah dihukum. Kecuali kalau nanti dia menista agama lagi," ujar Anwar dikutip CNNIndonesia.com.

Menko Polhukam Mahfud MD pun berpendapat yang sama. Dia  berpendapat mantan narapidana masih bisa menjadi pimpinan di sebuah perusahaan, termasuk di BUMN. Namun ketentuan itu tergantung anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) BUMN itu.

Tak hanya mereka. Mantan Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Buya Syafii Maarif dan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pun senada terkait adanya wacana Ahok jadi pejabat BUMN.

"Dia pekerja keras dan lurus orangnya," ucap Buya yang diikuti Luhut. "Itu orang baik, mau bikin lurus bersih ya mungkin tidak mau dibersihkan," ujarnya.

Di seberang yang menolak Ahok, ada derikat pekerja Pertamina yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB). Juga ada PA 212 yang secara langsung menolak Ahok melalui ketua umumnya, Slamet Ma'arif.

"Apa di Indonesia nggak ada lagi orang yang track recordnya baik, sopan, tidak kasar. Hati-hati pak, jaga perasaan umat biar kondusif ini negara," ujarnya.