Ketua Bapemperda DPRD Banyuwangi, Sofiandi Susiadi

Ketua Bapemperda DPRD Banyuwangi, Sofiandi Susiadi



Sesuai dengan agenda Badan Musyawarah (Banmus), Bapemperda DPRD Banyuwangi melakukan rapat lanjutan terkait penyusunan Propemperda tahun 2020. Dalam rapat itu para pengusul baik dari eksekutif maupun legislatif diundang untuk menyampaikan pemaparan terkait usulan judul beserta kajiannya.

"Kajiannya terkait dengan latar belakang, kemudian tujuan, maksud, sasaran, ruang lingkup, subtansi materi. Pokoknya input, output dan outcome. Sehingga lebih kelihatan kualitas dari usulan propemperda tersebut," kata Ketua Bapemperda DPRD Banyuwangi, Sofiandi Susiadi, Jumat (8/11/19).

Sofiandi menyatakan, eksekutif mengusulkan sebanyak 11 judul. Seluruhnya sudah diterima Bapemperda. Sedangkan dari DPRD ada 23 judul dan sisa yang kemarin 4. Sehingga totalnya ada 38 usulan.

"Itu nanti kita godok di dalam Bapemperda internal untuk dilakukan screening. Dari 38 kita screening kita sisakan 25 Propemperda tahun anggaran 2020," jelas politisi Partai Golkar ini.

Ketentuan 25 Propemperda  ini didasarkan pada Perda provinsi Jawa Timur nomor 1 tahun 2015 tentang pembentukan Peraturan Daerah. Dimana Propemperda tahun tersebut harus include penambahan 25 persen propemperda tahun sebelumnya. Jadi, kalau kemarin 20 ditambah 25 persennya totalnya jadi 25 propemperda.

"Kenapa kita beri peluang sebanyak-banyaknya.  Karena kita mau memberdayakan mereka. Kita ingin berorientasi pada kualitas. Sehingga dalam konteks ini siapapun Anggota DPRD melalui fraksi dan komisi bisa mengusulkan," tegas pria berkacamata ini.

Sesuai dengan Undang-undang nomor 12 tahun 2011 tentang Pembentukan Produk Perundangan Pembahasan Propemperda harus terencana terukur, terprogram serta sistematis. pada konteks inilah yang dilakukan  Bapemperda.

"Pada bulan ini akan kita konsultasikan ke Biro Hukum Provinsi Jawa Timur untuk meminta persetujuan. Mudah-mudahan dari 38 itu kita ambil 25 yang berkualitas tentunya nanti bisa bermanfaat untuk kepentingan Banyuwangi," ungkapnya.

Beberapa propemperda yang merupakan  usulan eksekutif diantaranya tentang Banyuwangi Festival, tentang Rencana Detil Tata Ruang Kota Kabat, Rencana Detil Tata Ruang Kota Rogojampi. RTRW Kawasan Bandara Blimbingsari, dan Kepemudaan. Sedangkan inisiatif dari DPRD Banyuwangi diantaranya perda soal Penyelenggara Pendidikan, tentang CSR perubahan, tentang Kperasi, dan tentang Pengendalian dan Pembatasan Sampah Plastik.


End of content

No more pages to load