Ilustrasi upah buruh di Jatim (Ist)

Ilustrasi upah buruh di Jatim (Ist)



Menjelang tutup tahun 2019, pemerintah kabupaten dan kota se-Jawa Timur (Jatim) didorong untuk mengusulkan besaran upah minimum kabupaten/kota (UMK). Pasalnya, Pemerintah Provinsi Jatim melalui gubernur akan melakukan penetapan UMK pada 20 November 2019 mendatang. 

Jika sampai pada tanggal tersebut ada kabupaten dan kota yang belum menyampaikan usulan UMK, maka yang berlaku di daerah tersebut adalah UMP (upah minimum provinsi). UMP terendah Jatim sudah ditetapkan sebesar Rp 1.768.777,08.

Hal ini telah ditetapkan di tingkat Provinsi Jatim, seperti yang disampaikan oleh Kepala Disnaker Jatim Himawan Estu Bagijo. Dia mengatakan, bila masih ada kabupaten dan kota yang belum mengusulkan sampai tanggal tersebut, maka yang berlaku adalah UMP yang telah diputuskan di Jatim.

"Sudah kami  putuskan besaran UMP Jatim. Untuk tahun 2020, UMK terendah adalah  Rp 1.768.777,08. Ini sudah sesuai dengan formulasi Peraturan Pemerintah (PP) 78/2015, yaitu besarnya UMK naik 8,51 persen dari tahun lalu," ucap Himawan yang menyampaikan juga untuk UMK terendah tahun 2019 adalah Rp 1.630.050.05.

Dari berbagai data yang diperoleh, untuk usulan UMK di Jatim, telah dilakukan simulasi sesuai dengan PP 78/2015 di 38 kabupaten dan kota. Dari hasil simulasi itu, terlihat besaran UMK tahun 2020 dari yang tertinggi sampai terendah. Yakni Rp 4,2 juta tertinggi yang diprediksi di Kota Surabaya dan terendah di Kabupaten Magetan dengan UMK Rp 1,9 juta.

Lantas, bagaimana dengan UMK Kabupaten Malang yang tahun 2019 ini berada di angka Rp 2,7 juta? Sudahkan diajukan oleh Pemkab Malang untuk besaran UMK tahun 2020 mendatang?

Himawan menyampaikan, untuk Kabupaten Malang, besaran UMK 2020 telah diajukan. Sedangkan besaran yang diajukan telah sesuai dengan PP 78/2015 dan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor B-m/308/HI.01.00/X/2019.

Hal ini juga dipertegas Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo. Dia mengatakan telah mengusulkan UMK dengan besaran Rp  3.021.530,66. "Sudah diajukan ke provinsi dengan nilai itu sesuai aturan yang ada," ucapnya singkat.

Himawan pun menyampaikan, usulan besaran UMK Kabupaten Malang telah sesuai dengan aturan kenaikan 8,51 persen dari tahun 2019 sebesar Rp 2.575.616,61. "Untuk Kabupaten Malang sudah sesuai besaran yang diajukannya," ucapnya.

Angka UMK Kabupaten Malang dalam simulasi UMK Jatim berada di posisi 6 dari 38 kabupaten dan kota. Di urutan pertama tertinggi, ada  Kota Surabaya (Rp 4,2 juta). Diikuti Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Mojokerto dengan masing-masing UMK rata-rata Rp 4,1 Juta.

Sedangkan UMK lima kabupaten terendah di Jatim dipegang oleh Kabupaten Magetan, Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Ngawi dengan nilai rata-rata Rp 1,9 juta.

 


End of content

No more pages to load