Tangkapan layar tagar yang ramai saat ini di medsos Twitter.

Tangkapan layar tagar yang ramai saat ini di medsos Twitter.



Lebih sepekan para menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi) jilid II dilantik, berbagai reaksi dari warganet semakin meninggi. Khususnya terkait rencana penertiban pemakaian cadar di kalangan aparatur sipil negara (ASN) yang dilontarkan Menteri Agama Fachrul Razi.

Bahkan, Fachrul pun berinisiatif untuk membuat peraturan menteri agama untuk memuluskan rencana penertiban cadar di kalangan ASN. Apalagi, menurut berbagai data pemerintah, paham radikalisme di tubuh ASN cukup mengkhawatirkan. Yakni, mencapai 19,4 persen ASN tidak setuju dengan ideologi Pancasila. Kemudian, 19,1 persen pegawai perusahaan BUMN dan TNI kurang lebih 3 persen juga telah terpapar paham radikal yang bertentangan dengan Pancasila.

Pernyataan itu pun menuai polemik sampai saat ini di tubuh masyarakat. Ada yang pro dengan rencana Fachrul yang juga didukung oleh menteri dalam negeri serta tentunya yang kontra dengan 'tarikan' berbusana cadar dan celana cingkrang yang diidentikkan dengan orang-orang radikal yang tak sepakat dengan dasar negara Indonesia.

"Lihat CADAR gelisah tapi Lihat ROK MINI mendesah. Celana CINGKRANG dibilang RADIKAL tapi ROK CINGKRANG READY CALL," cuit akun @Stevaniehuangg menyikapi persoalan tersebut.

Cuitan itu pun sontak mendapat respons terbilang banyak dari warganet. Sampai berita ditulis (Minggu, 3 November 2019), cuitan itu telah disukai 1,5 ribu warganet, diretuit 415, dan mengundang pembicaraan yang didominasi kesetujuan atas cuitan @Stevaniehuangg.

@khaliskdb menulis, "Nggak ada kata2 lain yang cocok dibanding ini wkwk." Hal senada diungkapkan @Tuntunedi3. "Mang begitu, kadang manusia itu pada takut dengan yang berbeda, tapi bedanya menggiurkan cepat tanggap," ucapnya.

Tak hanya warganet yang menolak wacana penertiban dan pelarangan cadar dan celana cingkrang. Di kalangan ASN pun, hal itu menjadi topik panas. Misalnya di Aceh dan Banten, yang tegas mengatakan tak setuju dengan wacana itu.

Bahkan, salah satu ASN di Aceh secara tegas mengatakan siap untuk meninggalkan jabatannya bila ada pilihan antara PNS dan lepas cadar, seperti dikutip BBC News Indonesia. "Jika harus memilih antara pegawai negeri sipil (PNS) dan cadar, maka saya memilih menggunakan cadar. Ini sunah Rasul dan saya sudah menggunakannya lebih dari 10 tahun," ujar Meiriana, seorang ASN yang bekerja di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Banda Aceh.

Dirinya juga menyampaikan, masalah radikalisme adalah masalah ideologi. "Bukan masalah cadar atau celana cingkrang. Jadi, saya mengecam pernyataan menteri agama," tegasnya.

Senada, Didi Sohidi, ASN staf biro hukum Pemprov Banten, yang sejak tahun 2016 sampai saat ini ngantor dengan celana cingkrang, mengatakan, pakaian yang ia kenakan tak berpengaruh terhadap kinerjanya. Bahkan, Didi menegaskan, orang-orang yang berpakaian seperti dirinya lebih giat bekerja.

"Di Pemprov Banten banyak yang berpakaian seperti saya dan itu nggak ada masalah. Justru kami menjaga banget kinerja dan gimana kita bersikap dengan orang lain," tegasnya.

Persoalan menghangatnya wacana cadar dan celana cingkrang sempat juga disanggah Fachrul. Dirinya mengatakan tak melarang aparatur sipil negara (ASN) mengenakan cadar dan celana cingkrang. 

“Saya tidak berhak dong. Masa menteri agama mengeluarkan larangan. Enggak ada. Menteri agama paling-paling merekomendasikan,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Hal senada disampaikan Tjahjo Kumolo, menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (menpan dan RB). Dia menjelaskan, masalah pakaian ASN diatur oleh pimpinan masing-masing kementerian/lembaga. “Kalau Pak Menteri Agama mengeluarkan larangan, untuk berpakaian rapi, bergaya khas Indonesia. Sama saja. Kalau saya buat diklat di kantor semua harus ikuti aturan. Harus putih-putih kah? Harus batik kah? Semua harus ikuti aturan. Itu saja,” ujarnya.

@rasmanduri mencuitkan, "Cadar dilarang, tapi baju sexy diperbolehkan. Celana cingkrang dilarang tapi Rok mini diperbolehkan. Usia pernikahan sangat dibatasi dg alasan tak jelas, Tapi perzinahan merajalela dibiarkan. Apasih maunya kalian ?? Ingin mensekulerkan generasi muslim?"

Warganet lain pun menyampaikan, kebebasan berbusana yang ramai itu asalkan pemilihan cadar dan celana cingkrang itu tak menjadikannya yang paling suci. "Pake cadar boleh, ga pake cadar boleh, pake celana cingkrang boleh, pake celana ga cingkrang boleh.  Yang ga boleh tuh pake cadar atau celana cingkrang terus ngerasa paling beriman dan suci, yang lainnya ahli neraka," cuit @sasisudibyo.

 


End of content

No more pages to load