Brigadir Urat M. Pasaribu dan Zulpan, pengemudi ambulans, yang telah berdamai.(Polres Tebingtinggi)

Brigadir Urat M. Pasaribu dan Zulpan, pengemudi ambulans, yang telah berdamai.(Polres Tebingtinggi)



Kasus viral oknum polisi anggota Satlantas Polres Tebing Tinggi, Sumatera Utara, yang menghentikan  ambulans pengangkut pasien di simpang  empat Jalan Tendean, Tebing Tinggi, pada 2 November 2019 dan terlibat percekcokan dengan pengemudi ambulans, berakhir damai.

Video viral itu sebelumnya diposting akun Ganda Trisna. Ada lebih dari  6.000 kali yang menyukai dan membagikan. Banyak pula komentar yang dilontarkan warganet atas kasus itu.

Viralnya postingan tersebut langsung ditindaklanjuti  Polres Tebing Tinggi dengan melakukan mediasi. Polres mempertemukan kedua pihak, yakni si polisi Brigadir Urat M. Pasaribu dan pengemudi ambulans bernama Zulpan.

Seperti yang dinformasikan  akun Facebook Bona Pakpahan, keduanya dipertemukan di ruangan propram Polres Tebing Tinggi. Sementara, akun Ganda Trisna, yang sebelumnya memposting video viral penghentian ambulans, kembali memposting video yang menunjukan si polisi dan pengemudi ambulans  tengah berjabat tangan. Keduanya berdamai dan disaksikan  anggota polisi lain.

Dalam video tersebut, Brigadir Urat M. Pasaribu mengungkapkan permohonan maafnya kepada sang pengemudi ambulans. "Saya Brigadir Urat M. Pasaribu memohon maaf sama abang atas kejadian di simpang empat tadi. Semoga itu yang pertama dan terakhir. Demikian Bang," ungkapnya dalam video.

Zulpan juga minta maaf kepada Urat atas sikapnya yang juga terpancing emosi saat kejadian tersebut.

 

 

Mengenai hal itu, Kapolres Tebing Tinggi AKBP Sunadi membenarkan sudah terjadi perdamaian antara kedua belah pihak. Mantan kaden Brimob Ampeldento, Malang, tersebut menganggap kejadian itu karena kesalahpahaman.

"Salah paham. Biasa orang Sumatera Utara kalau bicara keras-keras. Ribut-ribut akhirnya damai," ungkap kapolres Tebing Tinggi saat dihubungi MalangTIMES (2/11/2019).

Menurut kapolres, kesalahpahaman terjadi saat Urat tengah melakukan pengaturan lalu lintas di simpang empat Kota Tebing Tinggi, tepatnya di Jl K.F. Tandean, yang macet karena jam pulang siswa sekolah Kharisma.

Kemudian, ambulans yang dikemudikan Zulpan berhenti di Jl Tandean. Di situ, keterangan dari pengemudi ambulans, ia menghidupkan sirene dan mengklakson agar pengendara lain memberikan jalan. Namun,  Urat saat itu mengatakan kondisi masih macet. Dan dari situ mulai terjadi kesalahpahaman.

 


End of content

No more pages to load