Tersangka Slamet Handoko, pria yang tega menggauli anak tirinya.

Tersangka Slamet Handoko, pria yang tega menggauli anak tirinya.



 Seorang siswi sebuah SMP di Banyuwangi menjadi korban nafsu bejat ayah tirinya, Slamet Handoko, (33), warga Desa Sraten, Kecamatan Cluring. Gadis berinisial IED (14) ini disetubuhi secara paksa selama bertahun-tahun. Saat itu IED masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar (SD).

Kisah kelam IED berawal pada tahun 2015. Sepulang sekolah, IED masuk ke kamarnya. Kebetulan waktu itu ibunya sedang bekerja. Tiba-tiba saja, ayah tirinya masuk ke dalam kamarnya.

 Tanpa basa basi pelaku mencabuli bocah yang seharusnya dia lindungi. Slamet menyetubuhi IED yang saat itu masih duduk di bangku kelas V SD.

"Saat itu korban tidak menceritakan kepada siapa pun apa yang telah dialaminya. Pada tahun 2016, saat korban kelas VI SD, tersangka kembali melakukan perbuatan yang sama," kata Kapolsek Cluring Iptu Bejo Madrias, Kamis (31/10/19).

Merasa perbuatan amoralnya berjalan lancar, Slamet kembali melakukan perbuatannya pada saat korban duduk di bangku kelas 1 SMP. Tepatnya pada tahun 2017. Kali ini pelaku melakukannya sebanyak dua kali. Pria ini kembali menggagahi anak tirinya pada September 2019 lalu.

"Dia melakukannya sekitar pukul 24.00 WIB. Ketika itu ibu korban sudah tidur.  Kemudian korban berontak hingga berhasil melepaskan diri dan lari ke kamar mandi sambil menangis. Pada 10 dan 19 Oktober 2019 pelaku hendak mengulangi lagi perbuatannya. Namun pelaku hanya bisa mencabuli dan tidak sampai menyetubuhi korban. Karena korban berhasil melarikan diri," bebernya.

Karena tak tahan dengan perbuatan ayah tirinya, korban akhirnya menceritakan apa yang dialaminya kepada gurunya. Guru korban akhirnya menyampaikan ini kepada keluarga dan selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

Berdasarkan laporan tersebut, petugas kepolisian langsung mengantar korban untuk melakukan visum. Selanjutnya polisi memeriksa saksi-saksi, termasuk ayah tiri korban. Setelah mendapat bukti yang cukup, polisi menetapkan ayah tiri korban sebagai tersangka. Dia pun kini diamankan di Polsek Cluring.

"Tersangka kami jerat dengan Pasal 81 Ayat (1) dan (2) Sub-Pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perppu No 1 Tahun 2016  tentang perlindungan anak," pungkasnya.

 

 


End of content

No more pages to load