Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU KH Agus Sunyoto. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)

Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU KH Agus Sunyoto. (Foto: Imarotul Izzah/MalangTIMES)



Sejumlah kiai menyayangkan posisi menteri agama yang tak diisi lagi oleh kader Nahdlatul Ulama (NU). Presiden Jokowi lebih memilih Fachrul Razi sebagai menteri agama daripada kader NU. Padahal, Fachrul berlatar belakang militer.

Namun, Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU KH Agus Sunyoto MPd menyampaikan, dipilihnya Fachrul Razi sebagai menag bukanlah suatu masalah.

"Tidak masalah kalau itu. Dalam kondisi itu kan dia nanti bisa mengambil penasihat-penasihat," ucapnya saat ditemui di Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) usai mengisi acara Pembukaan Festival Budaya 2019 "Merawat Nusantara dengan Bahasa, Sastra dan Budaya", Senin (28/10/2019).

Bagi Agus, ini bukanlah masalah dan hanya sekadar perbedaan pendapat. "Nggak masalah. Biar saja. Beda pendapat itu ada. Kalau saya, nggak masalah itu," ujarnya santai.

Malahan, Agus sempat mengkritik NU lantaran hanya fokus pada Kementerian Agama saja. Padahal, dengan kemampuan NU, menteri bidang lain yang lebih menguntungkan bisa saja diduduki.

"Itu salahnya. NU Selama ini dia hanya minta bagian menag. Kenapa tidak menteri keuangan atau menteri perdagangan yang ada duitnya," kelakarnya.

Selama ini, kata Agus, yang dibicarakan NU hanyalah Kementerian Agama. Padahal, kementerian itulah yang paling kecil dananya. Untuk itu, ia menyarankan agar NU lebih percaya diri untuk membidik menteri yang "besar-besar". Sebab, NU juga tak kurang kader yang ahli di bidang selain agama.

"Ambil menteri keuangan, menteri perdagangan, BUMN, menteri yang gede-gede. Fokus kok di Kemenag, akhirnya kan seolah-olah sempit, pengetahuannya cuma agama. Padahal tidak. Teman-teman NU itu pintar-pintar. Tapi karena pandangannya seperti itu, akhirnya hanya terpola NU itu pasti dapat jatah menteri agama," bebernya.

Ke depan, diharapkan NU lebih berani untuk ke menteri lain selain agama. Misalnya saja Kementerian Keuangan yang merupakan sumber uang.

"Kementerian yang lain kan minta uang. Kalau Kementerian Keuangan kan tidak. Di bawah itu kan ada dirjen Bea Cukai, pajak, dan lain-lain. Itu dia sumber uang di situ. Kenapa tidak mengambil itu NU," tandasnya dengan nada bercanda.


End of content

No more pages to load