Para bacakades saat berada di kantor DPRD Banyuwangi

Para bacakades saat berada di kantor DPRD Banyuwangi



Polemik ketidaklulusan bakal calon kepala desa terus bergulir. Sejumlah Bakal Calon Kepala Desa (Bacakades) bersama ormas Pemuda Pancasila datang ke DPRD Banyuwangi. 

Mereka mengadukan sikap Panitia Pilkades tingkat Kabupaten Banyuwangi yang tak kunjung memenuhi keinginan mereka untuk melihat lembar jawaban tes tulis bakal calon kepala desa.

Para Bacakades ini tiba di gedung DPRD Banyuwangi sekitar pukul 11.00 WIB. Ketua Sementara DPRD Banyuwangi Made Cahyana Negara bersama sejumlah anggota DPRD langsung menemui mereka di ruang rapat khusus. Merekapun menyampaikan uneg-unegnya kepada wakil-wakilnya di DPRD.

“Waktu itu ada gonjang-ganjing sebelum ujian yang lulus ini, itu. Ternyata benar setelah ujian yang lulus itu. Ada apa ini,” kata Yuyuk Mujiwati, salah satu Bacakades dari Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar.

Yuyuk mempertanyakan sikap Kabag Pemerintahan yang tidak mau menemui para Bacakades yang ingin melihat langsung lembar jawaban. Jika memang dia bertanggung jawab, seharusnya dia menemui para Bacakades untuk memberikan penjelasan agar semuanya transparan.

“Kalau memang tanggung jawab ya ditemui. Kami hanya minta lembar jawaban. Ada apa ini? Apa ada titipan? Katanya transparan ternyata seperti ini. Mohon bupati didatangkan ke sini untuk menjembatani agar persoalan ini cepat selesai,” ujarnya dalam pertemuan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, anggota Pemuda Pancasila, Holili Abdul Gani meminta Bupati Banyuwangi untuk ikut bertanggung jawab dalam persoalan ini. Dia kembali menegaskan keinginan mereka sederhana yakni melihat lembar jawaban.  Apapun hasilnya mereka akan legowo setelah melihat langsung lembar jawaban hasil tes tersebut.

“Kami selalu dipimpong disuruh ke sana, ke sini. Ini semakin kuat ada indikasi yang tidak baik. Kami hanya ingin tahu lembar jawaban. Anak SD saja setelah ujian lembar jawabannya ditunjukkan,” jelasnya.

Uneg-uneg Bacakades ini mendapatkan respon positif dari anggota DPRD Banyuwangi yang hadir dalam rapat tersebut. Anggota fraksi partai Demokrat, Michael Edy Haryanto langsung mengusulkan untuk menghadirkan Kabag Tata Pemerintahan Desa, Azis Hamidi untuk hadir dalam pertemuan tersebut.

Usulan ini langsung disepakati forum. Ketua Sementara DPRD Banyuwangi Made Cahyana langsung meminta Sekretariat DPRD menghubungi Azis Hamidi. Namun sayang yang bersangkutan tidak bisa dihubungi.

“Kami sudah berupaya menghubungi tapi yang bersangkutan tidak bisa ditelpon. Saya juga telepon langsung tapi juga tidak diangkat,” kata Made dalam forum.

Lebih jauh Made menjelaskan, saat ini DPRD Banyuwangi belum bisa melangkah karena alat kelengkapan DPRD Banyuwangi belum terbentuk. Tidak hanya itu, sejauh ini belum ada pimpinan definitif sehingga semua statusnya masih anggota DPRD.

“Kita akan tindak lanjuti setelah alat kelengkapan kita terbentuk semua. Saya atas nama anggota DPRD Banyuwangi meminta eksekutif untuk segera menyelesaikan persolaan ini,”  pungkasnya.


End of content

No more pages to load