Menteri Rini Soemarno meninjau kelas Industri PT Inka di SMKN I Glagah.
Menteri Rini Soemarno meninjau kelas Industri PT Inka di SMKN I Glagah.

Menteri BUMN RI Rini Soemarno melakukan kunjungan ke lokasi pabrik PT Inka di Banyuwangi, Rabu (17/7/19). Rini melihat langsung progres pembangunan yang sudah dimulai sejak Maret 2019 lalu. 

Menteri Rini dan Direktur Utama PT Inka Budi Noviantoro juga menandatangani kesepakatan kerja sama dengan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Banyuwangi di SMK 1 Glagah.

Rini menyatakan, PT Inka membangun pabrik yang lebih besar karena di Madiun sudah sangat sempit. Pabrik ini membutuhkan pabrik kedua yaitu di Banyuwangi. “Karena satu tempat ini jalurnya dekat dengan rel yang ada, cuma 600 meter dari stasiun dan juga lahan yang mencukupi,” kata Rini usai tinjau lapang di area pabrik PT Inka Banyuwangi.

Dia menambahkan, nantinya di pabrik itu juga ada test track sepanjang 4 km. Sehingga saat membangun kereta bisa langsung testing. Pabrik kereta di dunia yang besar-besar itu, kata Rini, harus memiliki fasilitas tersebut. Oleh karena itulah, dicari lahan yang lebih besar untuk pembangunan pabrik PT Inka ini.

Lebih jauh Rini menambahkan, pembangunan pabrik ini harus cepat dilakukan karena order PT Inka untuk gerbong kereta dan lokomotif cukup banyak. Sehingga di Madiun cukup padat dan tidak mencukupi. “Kita baru menawarkan ke Laos. Kita juga sudah dapat di Filipina. Ke depan kita mau menawarkan ke Madagaskar. Kita harap pabrik ini bisa segera terselesaikan,” ungkapnya.

Rini uga menghadiri MoU antara PT Inka dengan SMKN I Glagah. Kerja sama tersebut berupa pendampingan dan pengembangan sekolah menengah kejuruan sesuai kebutuhan industri (link and match). Ada dua SMK yang melakukan kerja sama, yakni SMKN I Glagah dan SMK Cordova Jember.

Menurut Rini, sejak awal rencana pendirian pabrik PT Inka di Banyuwangi dirinya sudah menekankan untuk bekerja sama dengan SMK di daerah Banyuwangi dan sekitarnya. Karena dengan adanya pabrik baru tentunya membutuhkan sumber daya manusia yang baru juga. “Sehingga kita bisa menyerap dengan cepat tenaga didik SMK karena dengan demikian kita membantu SMK dan SMK juga membantu kita,” jelasnya.

Meski sudah ada MoU, tidak semua lulusan SMKN I Glagah bisa langsung masuk ke PT Inka. Untuk siswa SMK yang memiliki potensi, lanjutnya, bisa dibantu untuk masuk ke Politeknik Perkeretaapian milik PT Inka di Madiun. “Meski ada MoU, tentunya tetap ada testing tidak bisa otomatis. Tapi mayoritas akan begitu karena tempat di sini memang kita desain yang memang nantinya untuk diserap di Inka,” jelasnya.

Untuk itu, ada peralatan di SMKN I Glagah yang perlu ditambah. Sehingga anak didik sekolah itu kalau keluar dari langsung otomatis bisa bekerja di PT Inka Banyuwangi ini.