Kondisi bagian belakang rumah Painem di Dusun Krajan Baruu, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono

Kondisi bagian belakang rumah Painem di Dusun Krajan Baruu, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono



Gempa yang terjadi di 83 km barat daya Nusa Dua, Bali, di rasakan di seluruh Banyuwangi. Gempa ini mengakibatkan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah. Namun kerusakan bangunan yang paling parah menimpa rumah Painem, warga Dusun Krajan Baru, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono. 

Painem juga mengalami luka dibagian kening akibat tertimpa reruntuhan genteng dan batu bata rumahnya.

Menurut Painem, sesaat sebelum gempa berkekuatan 6,0 SR itu terjadi dirinya sedang mencuci piring di dapur. Saat gempa terjadi diapun berusaha menyelamatkan diri dan berlari ke luar rumah. 

Meski berhasil namun perempuan ini sempat tertimpa reruntuhan bangunan rumahnya. “Saat saya lari keluar rumah terkena batu bata dan genteng yang runtuh,” kata Painem sambil berbaring di tempar tidur.

Saat itu, Painem langsung dibawa ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan. Usai mendapatkan perawatan, Painem diperbolehkan pulang. 

Kini dia beristirahat di rumah ibunya yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Untuk sementara Painem tidak bisa menempati rumahnya karena mengalami kerusakan parah khsusunya di bagian belakang.

Gempa yang terjadi sekitar pukul 07.18 WIB menurut Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi dirasakan di seluruh Banyuwangi. Hanya saja skalanya berbeda. Gempa dirasakan lebih kuat di wilayah Banyuwangi selatan hingga Banyuwangi tengah. 

“Sedangkan di Banyuwangi barat seperti wilayah Songgon dan Licin lebih ringan,” jelas Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Banyuwangi, Eka Muharram.

Eka Muharram menyebut, kerusakan akibat gempa di wilayah Banyuwangi tidak masuk kategori berat. Hanya ada satu yang terkategori sedang yakni rumah Painem. Karena kerusakan yang terjadi masuk kategori ringan, maka perbaikan akan dibantu pihak Desa setempat. 

Sebab menurutnya, di Banyuwangi di dalam ADD setiap Desa sudah dialokasikan untuk kegiatan penanganan bencana. Sehingga untuk kategori kerusakan yang ringan akan ditangani dengan dana ADD dari Desa.

Dia menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan waspada. Dari hasil analisis BMKG, kata Dia, gempa susulan tidak ada yang lebih besar. “Ada gempa susulan, tapi tidak terasa di Banyuwangi,” kata Eka Muharram mengakhiri.


End of content

No more pages to load